Tata Cara Wudhu Saat Puasa

Ketika hendak menunaikan ibadah shalat, wudhu menjadi bagian terpenting agar shalat sah. Wudhu sendiri terdiri dari serangkaian gerakan, termasuk berkumur. Namun, apa yang terjadi jika sedang puasa? Tidak perlu khawatir, sebab ada tata cara wudhu saat puasa agar tidak membatalkan.

Ketika menjalankan puasa, berkumur saat wudhu memang menjadi momen yang sedikit mengkhawatirkan. Sebagian orang takut jika berkumur saat wudhu justru bisa membatalkan puasa. Padahal, jika dilakukan dengan benar, berkumur saat wudhu tetap aman bagi orang yang berpuasa. Lalu, bagaimana caranya?

Tata Cara Wudhu Saat Puasa Yang Benar

Tata Cara Wudhu Saat Puasa

Shalat merupakan ibadah wajib bagi setiap muslim. Agar bisa melaksanakan ibadah ini, seorang muslim perlu berwudhu. Meskipun tengah menjalankan puasa, wudhu tidak boleh dilewatkan. Oleh sebab itu, perlu diketahui tata cara wudhu saat puasa dengan benar:

  • Niat. Semua amalan ibadah selalu diawali dengan niat. Begitu juga dengan berwudhu. Pada dasarnya niat tidak perlu diucapkan secara lisan. Niat secara tulus juga bisa diucapkan dalam hati.
  • Membasuh kedua belah tangan. Setelah berniat, tata cara wudhu yang selanjutnya adalah membasuh kedua belah tangan. Gunakan air mengalir yang suci dan bersih saat berwudhu. Usahakan membaca ta’awudz dan basmallah ketika membasuh tangan.
  • Berkumur. Langkah selanjutnya dalam berwudhu adalah berkumur. Jika sedang melaksanakan puasa, maka berkumurlah secukupnya. Pastikan air yang masuk tidak berlebihan dan hindari berkumur terlalu lama. Dengan begitu, air tidak masuk ke dalam tenggorokan.
  • Membersihkan lubang hidung. Sama seperti berkumur, membersihkan lubang hidung juga berpotensi membuat air masuk ke tenggorokan. Oleh karena itu bersihkan lubang hidung dengan air secukupnya.
  • Membasuh muka. Tata cara wudhu selanjutnya adalah membasuh muka sebanyak tiga kali. Pastikan semua permukaan wajah terbasuh oleh air.
  • Mencuci tangan bagian kanan dan kiri. Mencuci kedua tangan dilakukan setelah membasuh muka. Air yang digunakan untuk membasuh harus wajib mengenai siku tangan. Membasuh tangan dimulai dari tangan kanan baru sebelah kiri. Lakukan ini sebanyak 3 kali.
  • Membasuh kepala dan menggosok telinga. Langkah selanjutnya dalam berwudhu adalah membasuh kepala dan juga menggosok telinga. Ambil sedikit air lalu percikan air tersebut. Setelahnya usapkan ke kepala secara menyeluruh  sembari menggosok bagian belakang daun telinga. Cukup lakukan sekali saja.
  • Membasuh kaki kanan dan kiri. Tata cara wudhu yang terakhir adalah membasuh kaki kanan dan kiri. Basuhlah kedua kaki secara bergantian sampai mata kaki. Setelah selesai berwudhu jangan lupa untuk membaca doa setelah berwudhu.

Baca juga: Kilas Balik Sejarah Pertambangan di Indonesia

Faedah Wudhu Dengan Benar

Wudhu memang menjadi bagian tidak terpisahkan dalam menjalankan ibadah shalat. Namun, ternyata berwudhu secara benar dan urut juga memiliki faedah atau manfaatnya tersendiri.

Manfaat wudhu yang paling besar yakni bisa menjadi pengampun dosa dan pemberi syafaat. Hal ini dikarenakan saat seorang muslim menjaga wudhunya dan pergi tidur, maka malaikat akan mengikuti dan mendoakan agar dosanya diampuni Allah SWT.

Selain itu, wudhu juga bisa mengangkat derajat seorang muslim. Tentunya hal ini terjadi jika wudhu dilakukan dengan benar sesuai tata cara yang dianjurkan. Apalagi jika dibarengi dengan rajin melangkahkan kaki ke masjid untuk shalat berjamaah.

Faedah atau keutamaan wudhu yang terakhir adalah membersihkan kotoran yang ada di dalam tubuh. Ketika seorang muslim berwudhu, air yang digunakan bisa membersihkan kotoran yang berdiam di tubuh sehingga tubuh lebih bersih dan sehat.

Itulah tadi ulasan lengkap tata cara wudhu saat puasa. Meskipun wudhu merupakan hal yang penting, seorang muslim juga tidak boleh melupakan kewajiban ibadah shalat. Ketika berpuasa akan lebih baik  jika menjalankan ibadah shalat di masjid.

Agar tidak ketinggalan waktu shalat, alangkah baiknya jika masjid-masjid memasang jam digital masjid. Dengan adanya jam ini, waktu shalat akan lebih akurat, sehingga ibadah pun lebih sempurna.